Bhakti Yoga Dharma: "Penanaman Pohon Kelapa Memaknai Tumpek Bubuh Yang Bertepatan Dengan Nyepi"

Jro Mangku Dela turut berpartisipasi menanam pohon kelapa, sebelum menanam diiringi dengan doa

Bhaktiyogadharma.com, Seltim - Dalam rangka menyambut dan memaknai Tumpek Bubuh yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Yayasan Bhakti Yoga Dharma melaksanakan kegiatan sosial penanaman beberapa pohon bibit kelapa warna - warni, yang dimanfaatkan untuk sarana upakara, acara berlangsung pada hari Selasa, 25 Maret 2025 di Br. Beraban Kauh. Turut hadir dalam kesempatan  tersebut: Ketua Yayasan Jro Mangku Nyoman Putra, Jro Mangku Dela, Jro Mangku Aldi, Jro Mangku  Lingga, Jro Mangku Yuriska, Jro Mangku Gede Wijana dan Humas Yayasan I Wayan Subadianta.

Yayasan Bhakti Yoga Dharma dalam memaknai Tumpek Bubuh dengan memilih bibit pohon kelapa untuk ditanam, sebab pohon kelapa sering dianggap sebagai simbol kehidupan dan keberlanjutan. Dalam tradisi Hindu, kelapa melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Bagian-bagian dari pohon kelapa, seperti buah, daun, dan batang, digunakan dalam berbagai upacara keagamaan. Misalnya, buah kelapa yang sudah tua sering digunakan dalam upacara pejati dan daksina.

Penggunaan pohon kelapa dalam upakara juga mencerminkan hubungan yang erat antara masyarakat Bali dengan alam, di mana mereka menghargai dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ketua Yayasan Bhakti Yoga Dharma Jro Mangku I Nyoman Putra turut berpartisipasi menanam pohon kelapa, dikatakan pohon kelapa menjadi bagian penting dalam kelengkapan upakara Panca Yadnya

"Menurut Ketua Yayasan Jro Mangku Nyoman Putra, Tumpek Bubuh, atau Tumpek Wariga, adalah hari untuk menghormati tumbuh-tumbuhan dan alam. Umat Hindu memuja Sang Hyang Sangkara, dewa yang mengatur pertumbuhan tanaman. Masyarakat membuat sesajen untuk tanaman, sebagai ungkapan terima kasih atas hasil bumi.

Sedangkan hari raya Nyepi adalah hari penyucian diri bagi umat Hindu, untuk melakukan introspeksi diri yang juga menandai tahun baru dalam kalender Saka. Memohon kepada Tuhan untuk penyucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam). Selama Nyepi, aktivitas sehari-hari dihentikan, termasuk perjalanan, bekerja, dan bahkan berbicara, untuk menciptakan suasana tenang.

"Jro Mangku Nyoman Putra menambahkan kedua perayaan ini mencerminkan hubungan yang erat antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam budaya Hindu di Bali. Penanaman pohon kelapa yang kami lakukan bersama pengurus  hari ini, merupakan program kerja Yayasan Bhakti Yoga Dharma dalam rangka memaknai Tumpek Bubuh yang bertepatan dengan hari raya Nyepi sebagai upaya kami turut melestarikan alam, adat, budaya dan agama. Acara penanaman pohon kelapa warna-warni ditutup dengan doa bersama, "pungkas Jro Mangku Nyoman Putra. (Humas/YBYD

0 Komentar